Kamis, 09 Juli 2009

Pangeran


Kebangkitan Tanah Banjar dan Kalimantan;

Pangeran Antasari

Pangeran Hidayatullah II sebagai satu-satunya pemimpin negeri Banjar sesuai wasiat Sultan Adam kemudian menetap di Martapura. Pada tanggal 11 Juni 1860, Residen I.N. Nieuwen Huyzen mengumumkan penghapusan Kesultanan Banjar, tindakan Residen Nieuwn sangat zalim dan kejam. Kedaulatan rakyat Banjar telah dirampas oleh Belanda. Bahkan Pangeran Hidayatullah II pada 2 Maret 1862 dibawa dari Martapura dan diasingkan ke Cianjur 1862.

Pangeran Antasari bin Pangeran Mas'ud bin Pangeran Amir bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah * Pada 14 Maret 1862, yaitu setelah 11 hari Pangeran Hidayatullah II diasingkan ke Cianjur ditetapkan sebagai pimpinan tertinggi dalam kerajaan Banjar dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Pusat perjuangan di Menawing, pedalaman Barito, Murung Raya, Kalteng. Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, wafat 11 Oktober 1862 di kampung Sampirang, Bayan Begak, Puruk Cahu, karena penyakit cacar. Dimakamkan kembali 11 November 1958 di Komplek Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin. 20 1862-1905 Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari * Pemerintahan Pagustian, bersama Gusti Muhammad Said meneruskan perjuangan Pangeran Antasari melawan kolonial Belanda, gugur 24 Januari 1905 ditembak Belanda yang mengakhiri Perang Banjar. Negeri Banjar menjadi sepenuhnya di bawah pemerintahan Residen Belanda dilanjutkan Gubernur Haga, Pimpinan Pemerintahan Civil, Pangeran Musa Ardi Kesuma (Ridzie Zaman Jepang), Pangeran Muhammad Noor (Gubernur Kalimantan I), sekarang menjadi Provinsi Kalimantan Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar